Antioksidan

Antioksidan adalah sifat berbagai senyawa yang dapat melawan radikal bebas. Radikal bebas, yang dilawan oleh molekul antioksidan, berbahaya untuk kesehatan apabila kadarnya terlalu tinggi. Radikal bebas dengan kadar berlebih, dapat memicu timbulnya kondisi stres oksidatif, yang merusak DNA.

Antioksidan vs Radikal Bebas

Antioksidan adalah bahan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari efek buruk radikal bebas. Radikal bebas dapat terbentuk secara alami di dalam tubuh ataupun bisa diperoleh dari luar tubuh.

Radikal bebas yang terbentuk di dalam tubuh adalah bahan kimia yang dihasilkan dari proses pencernaan makanan. Sedangkan radikal bebas dari luar tubuh ditimbulkan akibat polusi udara, asap rokok dan radiasi elektromagnetik. Radikal bebas yang tidak dapat ditangani tubuh dapat menjadi pemicu berbagai penyakit kronis, seperti kanker dan sakit jantung.

Pada situasi sekarang, terutama di kota-kota besar ketika tingkat polusi jauh lebih tinggi,  antioksidan semakin dibutuhkan. Beban oksidatif tubuh di lingkungan semacam itu jauh lebih tinggi dibandingkan di tempat dengan tingkat polusi rendah.

Tubuh tidak dapat memproduksi antioksidan secara alami sesuai kebutuhan. Karenanya perlu untuk mengkonsumsi cukup makanan dengan kandungan antioksidan tinggi setiap hari, untuk memerangi radikal bebas tersebut.

Jenis dan Sumber Antioksidan

Terdapat beragam jenis antioksidan. Tiap jenis antioksidan bekerja dengan cara yang berbeda, untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Vitamin C diketahui dapat mencegah kerusakan dengan menangkap dan menetralisasi radikal bebas, sementara vitamin E dapat memecah rantai radikal bebas. Flavonoid dan polifenol merupakan antioksidan yang terdapat pada berbagai jenis makanan dan merupakan bagian terbesar dari antioksidan.

Beberapa sayur dan buah mengandung antioksidan lebih tinggi dibandingkan yang lain. Contoh antioksidan yang digunakan tubuh adalah vitamin C, E, dan betakaroten. Ketiganya banyak terkandung dalam buah dan sayur berwarna merah, oranye, kuning, dan ungu.

Berikut ini adalah beberapa makanan sumber antioksidan utama yang disarankan untuk dikonsumsi secara rutin.

Buah-buahan: apel, pir, anggur, jeruk, jeruk bali, pisang, mangga, nanas, pepaya, sukun, stroberi.
Sayur-sayuran: brokoli, asparagus, tomat, kubis merah, petai, dan ubi merah.
Kacang-kacangan: pecan, kenari, almond.
Selain bahan di atas, cokelat hitam, teh (misalnya teh hijau dan teh oolong), dan kopi tanpa bahan tambahan, juga merupakan sumber antioksidan yang baik. Sebisa mungkin konsumsi beragam kelompok makanan agar mendapatkan manfaat terbaik dari semua jenis.

Sebuah penelitian menemukan bahwa wanita lanjut usia yang tidak terbiasa mengonsumsi sayur dan buah-buahan segar tiap hari akan memiliki risiko 25 persen lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung dalam waktu 10 tahun ke depan dibandingkan yang tidak. Hindari memasak sayuran terlalu matang agar kandungan vitamin tidak hilang. Cara terbaik mengonsumsi sayur adalah dengan dikonsumsi mentah atau dikukus setengah matang.

Sayur dan Buah Alami Lebih Disarankan

Penelitian menemukan bahwa suplemen antioksidan belum tentu mendatangkan manfaat sebanyak antioksidan yang terdapat dalam bahan makanan segar. Bahkan terdapat penelitian yang menemukan bahwa dalam beberapa kasus suplemen ini dapat mendatangkan risiko.

Selain berisiko menyebabkan komplikasi jika dikonsumsi bersamaan dengan obat lain, suplemen antioksidan dalam dosis tinggi dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Pada perokok, suplemen betakaroten dalam kadar tinggi berisiko menyebabkan kanker paru-paru. Sementara suplemen vitamin E dalam dosis tinggi dapat meningkatkan risiko stroke dan kanker prostat.

Daripada suplemen, lebih baik memilih buah dan sayur segar yang merupakan sumber antioksidan alami terbaik. Utamakan buah dan sayur yang mengandung vitamin E, C, karotenoid, flavonoid, tanin, fenol dan lignan. Selain kaya antioksidan, pada umumnya buah dan sayur segar ini kaya akan serat dan rendah kadar lemak jenuh.

Synthesa Herba

Antioksidan  

Share This